sudah. tolong berhenti. jangan coba-coba mendekat lagi. biarkan aku yang berlari menjauh. kemana sajalah asalkan aku tidak dapat melihatmu lagi.
sudah. tolong berhenti. jangan coba-coba mendekat lagi. biarkan aku yang berlari menjauh. kemana sajalah asalkan aku tidak dapat melihatmu lagi.
take your sensitive feeling away, Da. don’t make all things bad.
finally!! its done!!

lampu tidur buat Clara yang ulangtahun ke 20. walaupun agak ngaret BEBERAPA jam ngasihinnya ——karna emang pas hari H belom kelar—— tapi alhamdulillah jadi juga. setelah seminggu motong-motong karton super tebel, tangan ngga bisa di gerakkin, badan rontok kaya abis tour, jadi cewe matrial ——nyari-nyari plastik fiber, beli bolham pijar kuning ala ala kandang ayam, kabel panjang—— jari-jari kena super glue, bolham lampu yang pecah, nyari-nyari karton item, pas lagi motong-motong tengah malem ehhh listrik ngejeplek…………………… zzz.
anyway, this is the first time I giving a handmade gift for my friend. ya, ga kacau-kacau banget lah ya.. :p
kenapa gue bela-belain bikin kado, bukan beli aja? pertamanya sih gue mikir, Clara pernah ngasih gue lukisan (buluk) pas gue ultah tahun lalu. yang berarti itu handmade nya doi. ya kenapa gue ngga ngasih yang handmade gue juga. tapi ternyata……. sekarang pikiran gue berubah. ngasih kado yang handmade itu selain lebih murah, tapi lebih puas juga! mungkin karna itu hasil sendiri kali ya…
tapi ada satu yang bikin gue pengen jitak-jitak Clara. pas doi buka bungkusan kado yang super berantakan, doi cuma nyengir…… “ihhh.. makasih… gue coba dulu ya… ihh bagus….” zzz (lagi) hahaha Clara emang manusia SATU ekspresi. jadi gue maklumin (walopun dalem hati kaya di iris-iris sebel) dia ngga tau gue buat nya banting tulang kaya mau nafkahin diri sendiri -_- haha

well, intinya gue seneng, puas, bangga, pamer dan menyombong. hahahahahahahhahahah. :p :))))))
next plan, kalo ada yang ulangtahun lagi mau gue kasih scrapbook bersiluet muka yang ultah dan mau gue taburi bulu-bulu ketek gue di seluruh scrapbook itu. hayoo…. siapa mau? ;;)
(Source: considerthishippie)
setelah itu aku terduduk, menyandarkan kerja otakku pada tiang yang rapuh.
jika sudah tahu sama tahu apa akan tetap diam sama diam?tidak ada perpindahan?apakah kita hanya tetap menunggu?samapi kapan aku bertanya-tanya “sampai kapan?”? apakah kamu memang seperti drum, menunggu di tabuh hingga menggasilkan suara?apakah harus menyusun beribu strategi agar tahu apa yang…
the power of cewe-cewe rumpi….
bukan ekspetasi, hanya berjaga kalau-kalau kamu melakukannya lagi. sudah cukup kiranya. aku merasa terlalu jauh untuk mengikuti caramu kemarin-kemarin. keinginan ini hanya berbatas keseharusan dalam hati. keinginan untuk kembali berbatas dengan keseharusan hati yang berbisik kecil namun berkekuatan besar, “jangan kembali, semuanya akan sama.”